blog how to, blog trick, blog tips, tutorial blog, blog hack

Semua Produk ada di sini

Amazon Product

Tampilkan postingan dengan label Linux. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Linux. Tampilkan semua postingan

Cara Upgrade Mozilla di Ubuntu

Jumat, 19 Februari 2010
Pada tutorial kali ini saya ingin membahas tentang cara upgrade mozilla firefox di ubuntu. Sebenarnya ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk meng-upgrade browser bawaan Ubuntu ini, di antaranya : dengan cara menambahkan daftar PPA di Synaptic, menggunakan aplikasi Ubuntuzilla, dan dengan mengupgrade dari source kode-nya secara langsung. Kali ini saya ingin menggunakan cara yang ketiga, karena cara ini menurut saya lebih praktis dari cara yang lainnya, walaupun bukan cara yang termudah :D.

Oke langsung saja, berikut langkah-langkahnya :

1. Pastikan komputer Anda terkoneksi dengan internet, karena kita akan mendownload beberapa paket yang diperlukan.

2. Pertama download terlebih dahulu versi terbaru dari firefox di sini. Ekstensinya berupa *.tar.bz2. Letakkan file hasil download tersebut, misalnya di Desktop.

3. Masuk ke direktori kerja (direktori yang sama dengan letak firefox hasil download).
$ cd Desktop

4. Pastikan browser Firefox Anda tidak sedang berjalan saat instalasi ini. Lalu, hapus terlebih dahulu Firefox yang lama.
$ sudo apt-get remove firefox-3.xx
xx tergantung versi mozilla firefox yang terdapat di Ubuntu Anda.

5. Extrack file firefox hasil download ke /opt , masuk ke folder /opt , pindahkan isi /opt/firefox/plugins ke /opt/firefox/plugins.backup.
$ sudo tar -jxvf firefox-3.xx.tar.bz2 -C /opt
$ cd /opt
$ sudo mv /opt/firefox/plugins/ /opt/firefox/plugins.backup

6. Buat link symbol untuk firefox.
$ sudo ln -s /usr/lib/xulrunner-addons/plugins/ /opt/firefox/plugins

7. Sedikit edit shortcut yang lama, untuk menjalankan firefox yang baru, lalu membuat link symbol untuk firefox yang baru.
$ sudo dpkg-divert --divert /usr/bin/firefox.ubuntu --rename /usr/bin/firefox
$ sudo ln -s /opt/firefox/firefox /usr/bin/firefox

8. Sampai di sini proses telah selesai, buka firefox baru Anda.
$ sudo firefox


Catatan :
Setelah instalasi selesai, kemungkinan icon shortcut firefox Anda akan berubah, contohnya saat instalasi ini saya memakai Firefox 3.6 yang shortcut icon-nya berubah menjadi Namoroka Web Browser (codename firefox 3.6). Jadi jangan bingung :D.
Oke, selamat mencoba dan semoga bermanfaat :).
Read Full 0 komentar

Script menghapus virtual host / sub domain di apache

Minggu, 07 Februari 2010
Script menghapus virtual host / subdomain di apache

Kalau di script sebelumnya adalah membuat subdomain baru, maka scrip berikut adalah berfungsi sebaliknya, yaitu menghapus subdomain yang sudah dibuat

#!/bin/sh
#Untuk menghapus virtual host
HOME=”/home”
VHOST=”/etc/httpd/conf/vhost”
NamaHost=$1
NamaDomain=$2

DoDelvHost()
{
if [ -e $VHOST/$NamaHost.$NamaDomain.conf ]; then
rm $VHOST/$NamaHost.$NamaDomain.conf -f
fi
}

DoDelHome()
{
if [ -d $HOME/$NamaHost ]; then
rm $HOME/$NamaHost -rf
fi
}

DoFileList()
{
for filenya in $HOME/$NamaHost/public_html/*; do
echo $filenya
done
}

DoDelUser()
{
/usr/sbin/userdel $NamaHost
}

echo “Scrip akan menghapus vHost $NamaHost.$NamaDomain”
echo “Directori $HOME/$NamaHost/public_html yang berisi:”
DoFileList
echo “Akan dihapus? (y/n)”
read TANYA
if [ $TANYA=y ]; then
DoDelvHost
DoDelHome
DoDelUser
fi

Dari scrip ini informasi yang dapat diambil yaitu:

1. Dipanggil seperti script sebelumnya, yaitu menyertakan parameter namahost dan namadomain
2. Untuk mengeceka keberadaan folder dengan if [ -d $HOME/$NamaHost ], dimana -d adalah opsinya
3. Dilayar akan dimunculkan tampilan isi dari folder public_html
4. Dilakukan konfirmasi apakah akan di hapus
5. Yang dihapus yaitu konfigurasi virtual host, home directori dan usernya
Read Full 0 komentar

Script membuat subdomain/Virtual host di apache

Script membuat subdomain/virtual host di apache

Untuk memperlancar kerja membuat subdomain atau virtual host diapache, maka dibuat scrip sederhana juga. Dalam membuat subdomain ada beberapa tahap yang dilakukan yaitu :

1. Menentukan letak file konfigurasi virtual host apache, dimana apache disini sudah saya setup agar file tersimpan di /etc/httpd/conf/vhost
2. Menentukan isi file konfigurasi dari subdomain yang akan dibuat
3. Menentukan letak home direktori dari subdomain, yaitu /home/subdomain
4. Menambahkan baris bari di /etc/hosts agar subdomain dapat diakses dengan nama
5. Restart apache agar subdomain aktif
6. Menambahkan user baru sesuai nama subdomainnya
7. FTP tidak perlu diset, karena pakai proFTP yang usernya mengikuti user OS Linux

Scriptnya yaitu :

#!/bin/bash
# Membuat scrip subdomain baru di APACHE
# menggunakan virtual host
# Folder Apache vhost yaitu
VHOST=/etc/httpd/conf/vhost
HOME=/home
NamaHost=$1
NamaDomain=$2
Restart=”No”
#—————————————-
# Fungsi membuat vhost
#—————————————-
DoVHost()
{
FileName=$VHOST/$NamaHost.$NamaDomain.conf
if [ ! -e $FileName ]; then
touch $FileName
echo “” >> $FileName
echo “ServerAdmin webmaster@$NamaHost.$NamaDomain” >> $FileName
echo “DocumentRoot ‘/home/$NamaHost/public_html’” >> $FileName
echo “ServerName $NamaHost.$NamaDomain” >> $FileName
echo “ErrorLog /home/$NamaHost/logs/error.log” >> $FileName
echo “CustomLog /home/$NamaHost/logs/access.log combined” >> $FileName
echo “” >> $FileName
echo “ AllowOverride All” >> $FileName
echo “ Options none” >> $FileName
echo “ Order allow,deny” >> $FileName
echo “ Allow from all” >> $FileName
echo “
” >> $FileName
echo “
” >> $FileName
Restart=”Yes”
else
echo “Konfigurasi vHost sudah ada”
fi
}

DoHome()
{
if [ ! -d $HOME/$NamaHost ]; then
mkdir $HOME/$NamaHost
mkdir $HOME/$NamaHost/public_html
echo “Wellcome to $NamaHost.$NamaDomain” >> $HOME/$NamaHost/public_html/index.html
ln -s $HOME/$NamaHost/public_html $HOME/$NamaHost/www
mkdir $HOME/$NamaHost/logs
Restart=”Yes”
else
echo “Directori sudah ada”
fi
}

DoUser()
{
/usr/sbin/useradd $NamaHost
passwd $NamaHost < 123456
123456
EOF
chown $NamaHost:$NamaHost $HOME/$NamaHost/public_html -R
}

DoHostsFile()
{
ADA=`cat /etc/hosts | grep $NamaHost.$NamaDomain`
if [ -z "$ADA" ]; then
echo “127.0.0.1 $NamaHost.$NamaDomain” >> /etc/hosts
fi
}

DoRestart()
{
if [ $Restart="Yes" ]; then
/sbin/service httpd restart
fi
}

DoVHost
DoHome
DoHostsFile
DoUser
DoRestart

Yang dapat dipelajari dari scrip diatas yaitu :

1. Untuk memanggil scrip ini yaitu dengan menambahkan dua parameter, yaitu namahost dan nama domain. Misalnnya nama script adalah newvhost.sh maka memanggilnya yaitu# ./newvhost.sh www uii.ac.id

dimana parameter www adalah subdomain dan uii.ac.id adalah domainnya dan diantaranya harus dipisahkan dengan spasi
2. Konfigurasu virtual hostmengijikan menggunakan file .htaccess untuk mengoverride seting php dan log file di simpan di folder logs
3. Folder yang dibuat yaitu /home/www, yaitu mengikuti nama hostnya
4. Dalam home directori dibuatkan subfolder public_html dan link www serta sebuah file index.html
5. User yang dibuat yaiu www, ini juga mengikuti nama hostnya, dan default passwordnya yaitu 123456
6. Di file /etc/hosts ditambahkan 127.0.0.1 www.uii.ac.id
7. Jika ini merupakan subdomain baru, maka apache akan di restart

Read Full 0 komentar

Script mengecek status hidup/matinya service

Script berikut berfungsi melakukan pengecekan apakah service dilinux berjalan atau tidak. Untuk mengetahui service atau aplikasi yang jalan dengan cara melihat file di folder /var/run. Aplikasi pada umumnya membuat file .pid di folder tersebut yang menunjukkan atau berisi nomor IDnya. Scriptnya yaitu :

#!/bin/sh
# Script untuk melakukan pengecekan apakah service UP

#—————————————————-
# FUNGSI untuk cek service yang jalan
# Parameter cekPID NAMA file.pid
#—————————————————
cekPID ()
{
PIDid=`find /var/run -name $2`
if [ -e "$PIDid" ]; then
echo $1 UP
else
echo $1 DOWN
fi
}

# Cek Service
cekPID “SSH” “sshd.pid”
cekPID “HTTP” “httpd.pid”
cekPID “MySQL” “mysqld.pid”
cekPID “LDAP” “slapd.pid”
cekPID “SendMail” “sendmail.pid”
cekPID “Cron” “crond.pid”
cekPID “Cups” “cupsd.pid”
cekPID “Named” “named.pid”

Dari scrip diatas dapat dipelajari yaitu :

1. Dalam scrip dapat dibuat fungsi, yaitu cekPID()
2. Parameter yang dimasukkan ke fungsi ada dua, yaitu dibaca dengan $1 dan $2
3. Nama file beserta pathnya dicari dengan perintah find
4. Hasil perintah find agar dapat dibaca di variabel maka perlu diapit tanda ` `
5. Pengecekan apakah filenya ada atau tidak dengan if [ -e "$PIDid" ], dimana -e adalah opsi untuk pengecekannya.
6. Pemanggilan fungsi dengan cara cekPID “param1″ “param2″

Hasilnya kalau dicoba yaitu :

SSH UP
HTTP UP
MySQL UP
LDAP UP
SendMail UP
Cron UP
Cups UP
Named DOWN
Read Full 0 komentar

Script start service di server

Service di server sengaja di start secara manual, karena masih di lingkungan development. Scriptnya yaitu :

#!/bin/sh
#script utuk startup server

# Start MySQL
/sbin/service mysqld start

# Start Apache
/sbin/service httpd start

# start LDAP Server
/sbin/service ldap start

#start proFTP
/usr/local/proftpd/sbin/proftpd

Untuk dapat dieksekusi sebagai scrip maka:

1. simpan file, misal dengan nama start.sh –> ext .sh menunjukkan ini adalah file script yang akan dieksekusi dengan shell sh
2. Tambahkan hak untuk dapat dieksekusi, yaitu chmod +x start.sh
3. eksekusi dengan cara ./start.sh

Informasi dari script sederhana diatas yaitu :

1. Baris pertama adalah aplikasi shell yang digunakan, yaitu /bin/sh
2. Baris yang diawali dengan “#” adalah comment
3. Service yang distart yaitu MySQL, HTTP, LDAP dan FTP

Membuat script sangatlah sederhana, seperti batch file di DOS

Dalam artikel berikunya akan dibahas tentang scrip mengecek status service, membuat subdomain dan menghapus subdomain.
Read Full 0 komentar

Backup Webserver ke FTP Server dengan script


Setelah kemarin berhasil membuat script untuk membuat subdomain dalam managemen webserver Apache, maka di perlukan aktifitas harian yang dapat menyingkat pekerjaan, yaitu backup otomatis.

Fitur yang diinginkan yaitu :

1. Backup semua home directori “/home/”
2. File backup dilakukan kompresi
3. Backup dilakukan setiap hari, yang otomatis berputar selama 1 minggu, jadi ada 7 file backup harian saja
4. File backup disimpan di FTP server menggunakan FTP klien yang klasik
5. Backup file di lokal di simpan di /home/backup

Maka bash script ang dibuat yaitu :

#!/bin/sh
# Backup data seluruh server /home
# By Prayitna Kuswidianta

#—————————————–
SOURCE_DIR=”/home”
SOURCE_EXCLUDE=”backup”
DEST_DIR=”/home/backup”
NOW=$(date +”%y-%m-%d”)
LASTWEEK=$(date –date=’7 days ago’ +”%y-%m-%d”)
DAY=$(date +”%a”)
TGL=$(date +”%d”)

FTPD=”kusbackup”
FTPU=”prayitna”
FTPP=”prayitna”
FTPS=”192.168.30.32″

#—————————————–
# OPSI
#—————————————-
LocalBackup=No

#——————————————
# Fungsi
#——————————————
DoBackup()
{
echo Compress source data $SOURCE_DIR/$1/
tar -czf $DEST_DIR/$1$DAY$NOW.tar.gz $SOURCE_DIR/$1/
return 0
}
DoDelete()
{
echo Delete file backup $DEST_DIR/$1$DAY*.tar.gz
rm $DEST_DIR/$1$DAY*.tar.gz -f
return 0
}

DoFTPdaily()
{
echo Transfer file to FTP Server $1 , daily backup

#perintah FTP berikut harus ditulis mepet kiri
ftp -u $FTPS < user $FTPU $FTPP
mkdir $FTPD
cd $FTPD
mkdir $1
cd $1
mkdir daily
cd daily
lcd $DEST_DIR
del $1$DAT$LASTWEEK.tar.gz
put $1$DAY$NOW.tar.gz
bye
EOF

return 0
}

DoFTPmonthly()
{
echo Transfer file to FTP Server $1 , monthly backup

#perintah FTP berikut harus ditulis mepet kiri
ftp -u $FTPS < user $FTPU $FTPP
mkdir $FTPD
cd $FTPD
mkdir $1
cd $1
mkdir monthly
cd monthly
lcd $DEST_DIR
put $1$DAY$NOW.tar.gz
bye
EOF

return 0
}

#——————————————-
# Daily backup
#——————————————-
# 1. Hapus backup minggu sebelumnya, yang harinya sama
# 2. Backup
# 3. Simpan ke FTP Server juga

# lakukan iterasi semua folder
X=${#SOURCE_DIR}+1
for d in $SOURCE_DIR/*
do
if [ -d "$d" ]; then
folder=${d:$X}
if [ $folder != $SOURCE_EXCLUDE ]; then
echo Backup $folder start
DoDelete “$folder”
DoBackup “$folder”
DoFTPdaily “$folder”
if [ $TGL=="01" ]; then
DoFTPmonthly “$folder”
fi
if [ $LocalBackup==No ]; then
DoDelete “$folder”
fi
echo Backup $folder finish
fi
fi
done

Penjelasan dari script diatas yaitu :

1. SOURCE_DIR= folder home yang akan di backup
SOURCE_EXCLUDE= folder yang tidak ikut dibackup
DEST_DIR= tujuan lokal folder untuk backup
NOW=$(date +”%y-%m-%d”) –> tanggal hari ini misal : 2009-12-22
LASTWEEK=$(date –date=’7 days ago’ +”%y-%m-%d”) –> tanggal minggu lalu misal :2009-12-15
DAY=$(date +”%a”) –> hari ini misal :Tue
TGL=$(date +”%d”) –> tanggal hari ini, misal : 15

FTPD=”kusbackup” –> directori tempat backup di FTP server
FTPU=”prayitna” –> user ke FTP server
FTPP=”prayitna” –> password ke FTP server
FTPS=”192.168.30.32″ –> alamat Ip FTP server
2. Fungsi yang dibuat yaitu :
DoBackup() –> untuk membackup file dalam folder dibawah home
DoDelete() –> untuk menghapus file backup di lokal
DoFTPDaily() –> upload file hasil backupke FTPserver di folder daily
DoFTPMonthly() –> upload file hasil backup di FTP server di folder monthly
3. Dalam penghapusan file di lokal ada perbedaan cara dengan penghapusan file di FTP server, sebab misal nama file yaitu “NamaFileTue2009-12-22.tar.gz” maka cara penghapusan di lokal cukup dengan “rm NamaFileTue*.tar.gz” (yaitu menghapus backup file hari selasa) akan tetapi fi FTP server harus disebutkan nama filenya secara lengkap.
4. Dalam menuliskan perintah di script, ketika eksekusi perintah / aplikasi , harus dituliskan mepet kiri seperti halnya perintah di fungsi DoFTPDaily().
Read Full 0 komentar

Centos agar support file kompresi .rar

Secara default instalasi centos 5.3 yang saya pakai belum support kompresi file .rar

Agar support .rar maka harus diinstall aplikasi rar dan unrar.

Untuk tahapan instalasinya yaitu :

1. Aktifkan repository RPMForge

# wget http://apt.sw.be/redhat/el5/en/i386/RPMS.dag/rpmforge-release-0.3.6-1.el5.rf.i386.rpm

# rpm -Uvh rpmforge-release-0.3.6-1.el5.rf.i386.rpm

2. Jalankan perintah :# yum install rar unrar

Loaded plugins: fastestmirror, priorities
Loading mirror speeds from cached hostfile
* rpmforge: apt.sw.be
* base: ftp.oss.eznetsols.org
* updates: ftp.oss.eznetsols.org
* addons: ftp.oss.eznetsols.org
* extras: ftp.oss.eznetsols.org
rpmforge | 1.1 kB 00:00
primary.xml.gz | 3.5 MB 03:16
rpmforge 9797/9797
462 packages excluded due to repository priority protections
Setting up Install Process
Parsing package install arguments
Resolving Dependencies
–> Running transaction check
—> Package unrar.i386 0:3.9.4-1.el5.rf set to be updated
—> Package rar.i386 0:3.8.0-1.el5.rf set to be updated
–> Finished Dependency Resolution

Dependencies Resolved

==================================================================================================================
Package Arch Version Repository Size
==================================================================================================================
Installing:
rar i386 3.8.0-1.el5.rf rpmforge 264 k
unrar i386 3.9.4-1.el5.rf rpmforge 112 k

Transaction Summary
==================================================================================================================
Install 2 Package(s)
Update 0 Package(s)
Remove 0 Package(s)

Total download size: 376 k
Is this ok [y/N]: y
Downloading Packages:
(1/2): unrar-3.9.4-1.el5.rf.i386.rpm | 112 kB 00:06
(2/2): rar-3.8.0-1.el5.rf.i386.rpm | 264 kB 00:14
——————————————————————————————————————
Total 14 kB/s | 376 kB 00:27
Running rpm_check_debug
Running Transaction Test
Finished Transaction Test
Transaction Test Succeeded
Running Transaction
Installing : rar [1/2]
Installing : unrar [2/2]

Installed: rar.i386 0:3.8.0-1.el5.rf unrar.i386 0:3.9.4-1.el5.rf
Complete!

3. Maka untuk membuka file .rar tinggal klik 2x saja pada filenya maka otomatis file sudah bisa dilihat isinya

Selamat mencoba
Read Full 0 komentar
 

Klik disini

Site Link


Search Engine Optimization

© Black Newspaper Copyright by id Windows Business Center | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks